ETIKA BERMEDIA SOSIAL BAGI APARATUR PEMERENTIHAN
Kata Kunci:
etika bermedia sosial; aparatur pemerintah; perspektif Islam; komunikasi digital; tabayyuAbstrak
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong meningkatnya penggunaan media sosial di lingkungan pemerintahan, sehingga menuntut aparatur pemerintah untuk menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika bermedia sosial bagi aparatur pemerintah dalam perspektif Islam serta implementasinya dalam praktik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi kepustakaan, dengan sumber data berupa Al-Qur’an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bermedia sosial di kalangan aparatur pemerintah masih belum merata. Sebagian telah menunjukkan sikap profesional, namun masih ditemukan perilaku yang kurang sesuai dengan prinsip etika, seperti penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan penyampaian opini yang berpotensi menimbulkan konflik. Dalam perspektif Islam, etika komunikasi menekankan prinsip kejujuran (ṣidq), amanah, tabayyun, serta menjaga adab dalam berkomunikasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai etika Islam dalam bermedia sosial sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme, menjaga kepercayaan publik, serta membentuk citra positif aparatur pemerintah.








