Etika Bermedia Sosial bagi Aparatur Pemerintah  dalam Perspektif Islam

Penulis

  • Alfiatur Rohmah mahasiswa Penulis
  • Muyassaroh Penulis

Kata Kunci:

etika komunikasi; media sosial; aparatur pemerintah; perspektif Islam; komunikasi digital

Abstrak

Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pola komunikasi pemerintah, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi publik dan interaksi dengan masyarakat. Namun, penggunaan media sosial oleh aparatur pemerintah masih menghadapi berbagai permasalahan etika, seperti penyebaran informasi yang belum terverifikasi, penggunaan bahasa yang kurang tepat, serta rendahnya kesadaran akan tanggung jawab komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika bermedia sosial bagi aparatur pemerintah dalam perspektif Islam serta mengidentifikasi penerapannya dalam praktik komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan studi literatur. Data dianalisis menggunakan model interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bermedia sosial oleh aparatur pemerintah belum sepenuhnya optimal, terutama dalam aspek kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, dan verifikasi informasi. Meskipun demikian, terdapat praktik komunikasi yang telah mencerminkan nilai-nilai etika Islam secara positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai etika Islam dalam komunikasi digital sangat penting untuk menciptakan komunikasi yang bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-05

Cara Mengutip

Etika Bermedia Sosial bagi Aparatur Pemerintah  dalam Perspektif Islam. (2026). NURVERSE : Jurnal Integrasi Ilmu Keislaman & Sains Terapan, 1(01). https://ejournal.omahtabing.com/nurverse/article/view/165